Close

December 4, 2016

Bagaimana Cara Bijak Memberikan Sanksi / Hukuman pada Anak Kita?

pondok pesantren modern luqman al hakim surabaya islamic boarding and full day school

 

Sering sekali kita melihat anak kita bertindak menyimpang, sebagai orang tua terdapat perasaan ingin membuatnya mengerti akan kesalahan perilaku anak dengan cara menghukumnya. Yang kemudian membuat dilemma adalah bagaimana hukuman dapat memberikan edukasi bagi anak, bukan dimaknai sebagai hukuman yang negative akan tetapi membentuk perilaku anak ke arah yang lebih baik. Berikut ini cara bijak untuk memberikan sanksi pada anak :

  1. Tidak boleh dalam keadaan marah
    Seorang anak tidak akan menyadari kesalahannya dari dalam hati jika orang tua dengan penuh emosi memberikan sanksi atau hukuman pada mereka.
  1. Tidak boleh bersifat membalas dendam
    Misalnya si kakak memukul si adik, maka kita tidak dapat meminta si adik untuk balas memukul atau kita sendiri yang memukulnya sebagai hukuman.
  1. Hukuman tidak boleh mempermalukan
    Jangan memberikan hukuman kepada anak di depan saudaranya yang lain atau di depan teman-temannya.
  1. Hukuman harus ada kaitannya dengan kesalahan
    Misalnya anak mengotori dapur karena bermain masak-masakan, maka ia harus membersihkannya
  1. Pisahkan antara sikap menyimpang dan kepribadian anak
    Yang perlu diperbaiki dengan pemberian hukuman adalah perilaku anak. Jangan menjudge kepribadiannya.
  1. Menimbang sebab-akibat dan pemberian sanksi
    Jangan memberikan hukuman secara spontan. Berikan respon sesaat setelah memperhatikan keadaan dan sikap anak.
  1. Ajari anak memahami kesalahan dari perilakunya
    Ajari anak untuk mengidentifikasi hal-hal yang mereka belum memahami bahwa hal-hal tersebut merupakan perilaku yang menyimpang.
  1. Sesuai kadar kesalahan
    Berikan hukuman sesuai dengan besar kecilnya perilaku menyimpang anak. Misal anak belum cuci tangan maka tidak diizinkan menyentuh makanan.
  1. Sanksi harus cukup signifikan
    Terkadang sanksi harus dapat memberi dampak yang cukup signifikan misalnya anak terlalu lama nonton TV. Hukuman tidak boleh nonton TV seminggu cukup memberikan shock therapy pada anak.
  1. Sanksi terapan harus konsisten dilakukan
    Kalau suatu saat kita menerapkan aturan, kamu tidak boleh nonton TV sebelum mengerjakan PR, maka penegasan tersebut harus berlaku dalam kondisi apapun.

Sumber : www.psikoma.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *