Cerdas Memilih Sekolah bag.1

www.luqmanalhakim.com–Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia sungguh sangat luar biasa. Kalau kita amati ada sebuah perubahan yang mendasar terkait cara pandang masyarakat dalam melihat dan menilai dunia pendidikan kita. Dulu orang tua sangat bangga bila anaknya diterima di sekolah negri, begitu juga anaknya sangat bahagia bisa belajar di sekolah yang diidamkan semua anak sebayanya. Sebaliknya citra sekolah swasta hanya dipandang sebelah mata. Sekolah swasta dianggap sebagai sekolah pilihan terakhir untuk tidak mengatakan sekolah buangan dari sekolah sekolah negeri.

Seiring berjalannya waktu kondisi itu sedikit demi sedikit mulai bergeser. Sekolah sekolah swasta mulai menunjukan prestasinya. Baik dalam bidang akdemik maupun ekstra dan beberapa aspek keunggulan lainnya. Masyarakatpun mulai sadar bahwa sekolah negeri tidak menjamin anaknya akan lebih pintar dan berprestasi bila dibandingkan sekolah di lembaga pendidikan swasta.

Nyatanya prestasi sekolah sekolah swasta juga tidak kalah dengan sekolah negeri. Bahkan tidak sedikit prestasi dari sekolah swasta yang mampu melebihi sekolah negeri. Apalagi ditambah dengan keunggulan keunggulan khusus yang ditawarkan oleh sekolah sekolah swasta tersebut. Kondisi demikian mulai menyadarkan para wali murid, bahwa ternyata yang lebih berpengaruh terhadap prestasi siswa bukan “dimana sekolahnya” tapi yang lebih menentukan adalah “bagaimana sekolahnya”. “Bagaimana” dalam artiaan program keunggulan sekolahnya dan “bagaimana” siswanya bersekolah.

Realita lain yang menyita perhatian masyarakat adalah tentang pergaulan dan kenakalan remaja. Sebagimana kita lihat dan baca di media bahwa pergaulan bebas dan kenakalan kenalakan remaja begitu marak. Seperti contoh kasus asusila, kasus tawuran, kasus narkoba, kasus krimanal dan kasus kasus lainnya. Seolah pemberitaan tersebut sudah menjadi menu wajib pemberitaan di media massa.

Satu hal yang membuat kita miris adalah pelakunya masih duduk di bangku sekolah bahkan tidak sedikit dari mereka yang masih dibawah umur. Disadari ataupun tidak, kondisi demikian merupakan buah atau hasil dari sistem pendidikan yang ada. Hal ini juga menjadi perhatian para orang tua, mereka tidak mau anaknya hanya dididik untuk menjadi cerdas dan berprestasi saja tetapi tidak memiliki akhlak yang baik.

Apalagi para orang tua “zaman now” yang notabene mereka berpendidikan. Mereka sangat care dan akan berusaha secara maksimal dalam mencarikan sekolah terbaik untuk anaknya. Karena mereka sadar pendidikan anak adalah yang utama dan merupakan investasi masa depan keluarga.

Kriteria sekolah unggulan

Secara konsep hendaknya sebuah pendidikan harus mampu mengintegralisasikan kekuatan besar manusia yaitu akal dan jiwa. Tidak hanya berorintasi pada aspek material dan nilai akademik semata. Artinya bahwa lembaga pendidikan yang berkwalitas dan unggulan tidak cukup hanya membuat peserta didiknya menjadi cerdas. Akan tetapi harapannya mampu mengantarkan siswa siswinya memiliki akhlak dan budi perkerti yang baik.

Karena memang seperti itulah hakekat rangkaian sistem pembelajaran, harus mampu mengantarkan peserta didiknya mengenal dirinya dan sekaligus mengenal Rabbnya. Sehingga tumbuh kesadaran dihati setiap siswa bahwa ilmu pengetahuan yang meraka dapatkan tidak lain hanya untuk mengenal, mendekatkan dan dipergunakan untuk mendapatkan ridhoNya semata.

Banyak aspek memang yang bisa dijadikan sebagai landasan penilaian, apakah sekolah atau lembaga pendidikan tersebut unggul atau tidak. Beberapa diantaranya meliputi:

1. Seperti Apa Kurikulumnya

Bisa dikatakan kurikulum merupakan inti atau jantungnya sebuah lembaga pendidikan. Tidak berlebihan memang karena dari kurikulum itulah akan terlihat secara jelas bagaimana arah pendidikan di sebuah sekolah. Berawal dari kurikulum inilah berkwalitas atau tidaknya sebuah sekolah akan ditentukan.

Sehingga jika sebuah sekolah mempunyai kurikulum yang baik dan terbukti mampu mengantarkan peserta didik menjadi pribadi pribadi yang unggul, maka itu merupakan salah satu modal utama dalam mengantarkan kesusksesan anak didiknya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang menambahkan kurikulum selain yang ditetapkan oleh pemerintah. Kurikulum tambahan itu biasanya yang dijadikan sebagai program unggulan yang membedakan dengan sekolah lainnya.

2. Bagaimana Tenaga pengajarnya

Aspek tenaga pendidik ini menjadi penting dalam sebuah proses pendidikan. Karena dari merekalah nantinya siswa akan belajar dan berkaca. Dimana seorang guru tidak hanya mentransfer ilmu tapi juga mampu memberikan uswah atau tauladan yang baik pada siswa siswinya. Tidak berlebihan memang jika ada pepatah bijak mengatakan “Guru kencing berdiri, muridnya kencing berlari”.

Para orang tua setidaknya harus memastikan sekolah yang akan dipilih memiliki tenaga pengajar yang handal dan profesional serta mampu mengajar dengan menyenangkan. Karena para guru atau tenaga pendidik inilah yang akan menjadi “orang tua” selama di sekolah. Baik dan tidaknya, sukses dan tidaknya seorang siswa pasti sangat dipengaruhi oleh seorang guru.

3. Peringkat dan Reputasi Sekolah

Maksudnya adalah para orang tua wajib melihat peringkat atau katagori sekolah yang akan menjadi pilihanya. Apakah sekolah tersebut termasuk dalam sekolah sekolah unggulan dan favorit atau hanya sekolah biasa. Hal ini bisa dilihat dari prestasi prestasi…

(Bersambung)

Oleh: Alim Puspianto, M.Kom, Dosen STAI Luqman Al-Hakim Surabaya

Informasi Pendaftaran Santri Baru

SMP-SMA Luqman Al-Hakim
Silahakan Whatsapp ke Admin
📱+62857-4016-5374
atau klik link pendaftaran online berikut http://luqmanalhakim.com

Pingin kenal lebih dekat dengan kami… ?

Yuk Follow Akun media sosial kami…
Website : www.luqmanalhakim.com
FB : Luqman al hakim islamic boarding & full day school
Instagram: @luqmanalhakim.ibfs
Youtube : Luqman al Hakim Channel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *