Disinfektanisasi Kampus Pendidikan Pesantren Hidayatullah Surabaya Cegah Covid 19

Wabah Covid 19 kian meluas dan semakin mengkhawatirkan khalayak umum. Kondisi ini membuat semua orang harus waspada dan sigap dalam melakukan pencegahan. Upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona salah satu diantaranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum yang berpotensi menyebarkan virus.

 

Upaya itu pula yang dilakukan oleh SD, SMP, SMA dan STAI Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Sabtu (28/03/2020), sekolah yang beralamat di Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya ini melakukan antisipasi pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di area sekolah.

 

Di bawah koordinasi Satgas Covid-19 Pesantren Hidayatullah Surabaya, Tim Sarana SD, SMP,SMA Luqman Al Hakim melakukan disinfektanisasi ke seluruh area sekolah. Mulai dari pintu masuk ruang resepsionis, kantor sekolah, ruang-ruang kelas, tempat wudhu, hingga playground sekolah, semua disasar untuk meminimalkan resiko penyebaran virus Corona.

 

 

“Upaya ini dalam rangka mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas, khususnya di area SD Luqman Al Hakim Surabaya dan kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya,” terang Kepala Satgas Covid-19 Pesantren Hidayatullah Surabaya, Amun Rowie.

Selain melakukan disinfektanisasi di seluruh area kampus pendidikan Pesantren, Tim Satgas Covid-19 telah melakukan upaya pencegahan diantaranya dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar unit pendidikan mulai PAUD sampai STAIL terhitung sejak 16 Maret 2020, menyediakan hand sanitizer di area publik pesantren, deteksi suhu tubuh untuk tamu dan warga dengan thermo gun sebagai upaya deteksi awal, menerapkan prosedur kesehatan bagi warga pesantren, melakukan sterilisasi dan memastikan seluruh gedung dalam kondisi bersih dan sebagainya.

Selain upaya-upaya di atas Satgas Covid-19 Pesantren Hidayatullah Surabaya menganjurkan kepada seluruh warga yang tinggal di area pesantren untuk senantiasa bertaqarrub ilallah dengan menjaga aktivitas ibadah, menjaga wudhu, memperbanyak Ibadah-ibadah nafilah, baca Quran, doa, wirid pagi sore dan malam, infak sedekah serta murojaah hafalan Quran dan hadits.

Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Untuk itu, marilah kita berdoa meminta perlindungan kepada Allah. Doa adalah senjatanya orang beriman, doa adalah obat yang paling bermanfaat, doa pula yang akan menolak wabah dan bala. *cak rud/integral.sch.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *