Sejarah

Lahirnya  lembaga pendidikan integral  di Pesantren Hidayatullah diantaranya dimaksudkan untuk memberikan solusi bagi terselesaikannya problematika keumatan. Krisis  multidimensi yang terjadi pada umat ini juga disumbang oleh sistem pendidikan yang tidak lagi mengacu pada pendidikan Islam dan cenderung sekuler sehingga menghasilkan output yang materialistis, liberal  dan hedonis.

Dalam perjalanannya Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya adalah sebagai salah satu penopang utama bagi Hidayatullah secara nasional dalam aspek pendidikan. Setiap tahun telah dilahirkan lulusan dari level pendidikan dasar, menegah, dan tinggi yang kelak diharapkan mampu menjadi kader Hidayatullah  sebagaimana salah satu tujuan lembaga pendidikan integral yaitu untuk menghasilkan kader yang mampu menjadikan syariat Islam sebagai sebuah peradaban di masyarakat.

Pesantren Hidayatullah Surabaya merupakan cabang dari Pasantren Hidayatullah Balikpapan Kalimantan Timur, yang dirintis oleh Ust. KH, Abdullah Said. Sebagai cabang, Pesantren Hidayatuilah Surabaya secara resmi didirikan pada tanggal 28 Nopember 1986. Diawali oleh diskusi-diskusi yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa muslim yang sedang menyelesaikan kuliah di berbagai Perguruan Tinggi di Surabaya. Mereka, antara lain: Drs. Ec. H. Abdurrahman (UNAIR), Drs. H.Hamim Thahari (IKIP), H. Elvenus Yahya, ST (ITS), H. Ir. Sulaiman (ITS), Drs. Rahmad Rahman (UNAIR),         Drs. Khusnul Khuluq (IKIP).

Selama hampir 20 tahun perjalanan Pesantren Hidayatullah Surabaya, telah beberapa kali terjadi pergantian kepemimpinan, yaitu: Ust H. Abdurrahman, SE (1986-1998), Ust. Drs. H. Rahmad Rahman, MSi (1998-2000), Ust. Drs Ali Imron, M.Ag. (2002-2003), Ust. H. Ainur Rofiq (2003-2007), Ust. Miftahuddin, M.Si.(2007-2011), Ust. Mohammad Nur Fuad,MA (2011 – 2015) , Drs. H Aep saifudin. ( 2015-2019) untuk saat ini amanah Ketua Badan Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya adalah Ust. H. Syamsudin, SE, MM